Cahaya
OPTIKA FISIKA • INTERAKTIF • PEMBELAJARAN MENDALAM
💡
BAGIAN 01
Pengertian Cahaya
Definisi
Cahaya adalah gelombang elektromagnetik yang dapat terlihat oleh mata manusia, merambat pada rentang panjang gelombang antara 380 nm hingga 750 nm. Cahaya merupakan salah satu bentuk energi yang dapat merambat tanpa memerlukan medium perantara.

Menurut teori dualisme gelombang-partikel oleh Albert Einstein dan Max Planck, cahaya memiliki dua sifat sekaligus: bersifat sebagai gelombang elektromagnetik (dibuktikan oleh interferensi dan difraksi) dan sebagai partikel foton (dibuktikan oleh efek fotolistrik). Cahaya merambat dengan kecepatan c = 3 × 10⁸ m/s di ruang hampa, yang merupakan kecepatan tertinggi di alam semesta.

KECEPATAN CAHAYA
c = 3×10⁸ m/s
Di ruang hampa (vakum)
HUBUNGAN DASAR
c = λ · f
λ = panjang gelombang, f = frekuensi
ENERGI FOTON
E = h · f
h = 6,626×10⁻³⁴ J·s (konstanta Planck)
Spektrum Cahaya Tampak
Ungu
380–420 nm
Nila
420–450 nm
Biru
450–495 nm
Hijau
495–570 nm
Kuning
570–590 nm
Jingga
590–620 nm
Merah
620–750 nm
BAGIAN 02
Sifat-Sifat Cahaya

Cahaya memiliki beberapa sifat fundamental yang membedakannya dari gelombang mekanik lainnya dan menjadi dasar dari berbagai fenomena optika:

📡
Merambat Lurus
Cahaya merambat dalam garis lurus pada medium yang seragam. Ini menjadi dasar terbentuknya bayangan dan gerhana matahari/bulan.
🪞
Pemantulan (Refleksi)
Cahaya memantul ketika mengenai permukaan. Sudut datang selalu sama dengan sudut pantul terhadap garis normal.
🔮
Pembiasan (Refraksi)
Cahaya berbelok arah saat melewati batas dua medium berbeda. Kecepatan cahaya berubah sehingga arahnya turut berubah.
🌈
Dispersi
Cahaya putih terurai menjadi spektrum warna-warni saat melewati prisma karena tiap warna memiliki panjang gelombang berbeda.
〰️
Difraksi
Cahaya dapat melentur di sekitar tepi benda atau melalui celah sempit, menghasilkan pola gelap-terang yang khas.
🔗
Interferensi
Dua berkas cahaya koheren dapat saling memperkuat (konstruktif) atau melemahkan (destruktif) satu sama lain.
🕶️
Polarisasi
Cahaya dapat dipolarisasi sehingga hanya bergetar dalam satu bidang. Dimanfaatkan dalam kacamata polaroid dan layar LCD.
Merambat di Vakum
Berbeda dengan gelombang mekanik, cahaya tidak butuh medium. Di luar angkasa yang hampa pun cahaya dapat merambat bebas.
🪞
BAGIAN 03
Pemantulan Cahaya Interaktif

Hukum pemantulan cahaya (Hukum Snell untuk refleksi): sudut datang (θᵢ) = sudut pantul (θᵣ), keduanya diukur dari garis normal bidang pantul. Terdapat dua jenis pemantulan berdasarkan keadaan permukaan:

🪞 Pemantulan Teratur (Specular)

Terjadi pada permukaan rata/licin (cermin, air tenang). Semua sinar sejajar dipantulkan dengan arah yang sama, menghasilkan bayangan yang jelas dan tajam.

🌫 Pemantulan Baur (Diffuse)

Terjadi pada permukaan kasar (kertas, tembok, aspal). Sinar-sinar yang sejajar dipantulkan ke berbagai arah acak, tidak menghasilkan bayangan yang jelas.

JENIS PERMUKAAN:
SINAR:
NORMAL:
SUDUT DATANG (θᵢ): —°
SUDUT PANTUL (θᵣ): —°
Sinar Datang
Sinar Pantul
Garis Normal
💡 Klik & Seret ujung sinar kuning untuk mengubah sudut datang
🔮
BAGIAN 04
Pembiasan Cahaya Interaktif

Pembiasan (refraksi) terjadi karena cahaya mengalami perubahan kecepatan saat berpindah dari satu medium ke medium lain yang berbeda kerapatannya. Hukum Snell-Descartes menyatakan:

Hukum Snell
n₁ · sin(θ₁) = n₂ · sin(θ₂)
di mana n adalah indeks bias medium, θ adalah sudut terhadap garis normal.
Vakum/Udara
n = 1.00
Air
n = 1.33
Kaca
n = 1.50
Berlian
n = 2.42
Minyak
n = 1.46
Es
n = 1.31
MEDIUM ATAS: Udara (n=1.00)
MEDIUM BAWAH: Air (n=1.33)
θ₁ (DATANG)
—°
n₁·sin θ₁ = n₂·sin θ₂
θ₂ (BIAS)
—°
n₁
1.00
n₂
1.33
STATUS
Normal
Sinar Datang
Sinar Bias
Sinar Pantul (TIR)
Garis Normal
💡 Seret ujung sinar kuning untuk mengubah sudut datang • Pilih medium di atas
MediumIndeks Bias (n)Kecepatan CahayaKeterangan
Vakum / Udara1,0003,00 × 10⁸ m/sReferensi standar
Es1,312,29 × 10⁸ m/sSedikit lebih rapat dari air
Air1,332,26 × 10⁸ m/sSedang (umum)
Minyak Zaitun1,462,05 × 10⁸ m/sLebih rapat dari air
Kaca Biasa1,502,00 × 10⁸ m/sBervariasi 1.45–1.9
Berlian2,421,24 × 10⁸ m/sIndeks tertinggi alami
🔭
BAGIAN 05
Sinar Istimewa & Pembentukan Bayangan

Cermin lengkung (cekung dan cembung) memiliki sinar-sinar istimewa yang digunakan untuk melukiskan pembentukan bayangan secara geometrik. Geser posisi benda untuk melihat perubahan bayangan secara real-time.

🟣 Cermin Cekung (Konkaf)

Permukaan reflektif melengkung ke dalam. Bersifat konvergen (mengumpulkan sinar). Digunakan pada reflektor lampu, teleskop, dan cermin rias.

3 Sinar Istimewa:
1. Sinar // sumbu utama → dipantulkan melalui F
2. Sinar melalui F → dipantulkan // sumbu utama
3. Sinar melalui M (pusat) → dipantulkan balik

🟠 Cermin Cembung (Konveks)

Permukaan reflektif melengkung ke luar. Bersifat divergen (menyebarkan sinar). Digunakan pada kaca spion kendaraan dan cermin pengawas.

3 Sinar Istimewa:
1. Sinar // sumbu utama → seolah dari F virtual
2. Sinar menuju F virtual → dipantulkan // sumbu
3. Sinar menuju M virtual → dipantulkan balik
TAMPILKAN:
JARAK BENDA (s):
JARAK BAYANGAN (s'):
PERBESARAN (M):
SIFAT BAYANGAN:
Sinar Istimewa 1
Sinar Istimewa 2
Sinar Istimewa 3
Bayangan (Maya)
Perpanjangan (Maya)
💡 Seret benda (panah merah) ke kiri-kanan • Slider untuk mengubah jarak fokus
PERSAMAAN CERMIN
1/f = 1/s + 1/s'
f=fokus, s=jarak benda, s'=jarak bayangan
PERBESARAN
M = −s'/s
M>0 = tegak, M<0 = terbalik
JARAK FOKUS
f = R/2
R = jari-jari kelengkungan cermin